NGARINGAN — Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal tampak begitu kuat di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Pada Sabtu, 4 Oktober 2025, Pemerintah Desa Ngaringan melalui Panitia Peringatan Hari-Hari Besar Nasional (PHBN) sukses menggelar Pawai Budaya Desa Ngaringan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Dengan mengusung tema besar “Ngaringan Sejahtera, Berdaya, Berbudaya, dan Religius,” kegiatan ini menjadi momentum penting yang memperkuat semangat nasionalisme, gotong royong, serta pelestarian budaya lokal di tengah kehidupan masyarakat desa. Pawai ini sekaligus menegaskan bahwa identitas budaya dan nilai kebangsaan dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak Jumat, 3 Oktober 2025, dengan sesi gladi bersih dan pengecekan teknis di Lapangan Dusun Bintang. Pawai utama digelar pada Sabtu, 4 Oktober 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari pukul 23.00 WIB. Jalannya acara tetap memperhatikan waktu ibadah dengan adanya jeda sholat, sebagai bentuk komitmen terhadap nilai religius yang dipegang oleh masyarakat Ngaringan.
Pawai budaya dimulai dari Lapangan Dusun Bintang, kemudian melewati panggung kehormatan di depan Kantor Desa Ngaringan, dan berakhir di kawasan Alfamart Ngaringan. Rute ini dipadati warga dari berbagai penjuru dusun yang antusias menyambut setiap rombongan peserta yang lewat.
Sebanyak 12 pasukan kehormatan turut memeriahkan acara, terdiri dari unsur pemerintah desa, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, kelompok seni dan kelompok Senam Tera Indonesia. Sementara itu, 32 pasukan umum dari lingkungan RT/RW beserta kelompok pemuda tampil dengan beragam atraksi budaya, parade kostum adat, pertunjukan seni, hingga kreasi yang mengusung nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.
Kepala Desa Ngaringan dalam sambutannya di panggung kehormatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, dan warga masyarakat yang telah bersatu-padu menyukseskan kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa Pawai Budaya bukan sekadar tontonan, melainkan wujud nyata dari semangat gotong-royong, dan kecintaan terhadap budaya Lokal.
Kemeriahan pawai juga mendapat sorotan luas di media sosial. Warga aktif membagikan foto dan video melalui platform seperti Facebook, Instagram, hingga grup WhatsApp. Momen-momen menarik seperti barisan anak-anak berpakaian adat, parade merah putih, dan atraksi seni tradisional dan modern menjadi viral dan memancing kekaguman publik luas.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Pawai Budaya Desa Ngaringan telah menjelma menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat. Kegiatan ini menegaskan bahwa Desa Ngaringan tidak hanya berkomitmen terhadap pembangunan fisik, tetapi juga terhadap pembangunan karakter dan pelestarian warisan budaya.
Dengan semangat “Ngaringan Sejahtera, Berdaya, Berbudaya, dan Religius,” desa ini terus melangkah maju tanpa melupakan akar budaya dan jati dirinya. Semarak Pawai Budaya 2025 pun menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan masih hidup dan bergema kuat di tengah masyarakat di tengah kemajuan zaman.