Pembangunan Talud Taman di Sumber Air Kucur Saman: Sinergi Dana Desa dan Swadaya Warga untuk Keamanan dan Keindahan
Blitar, Februari 2024 — Pemerintah Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, telah merealisasikan salah satu kegiatan strategis dalam pembangunan infrastruktur desa melalui pembangunan talud penahan jalan di Sumber Air Desa “Kucur Saman”, yang terletak di Dusun Ngaringan RT 03 RW 02. Proyek ini didanai dari Dana Desa Alokasi Kinerja Tahun Anggaran 2024, serta mendapat dukungan swadaya masyarakat.
Pembangunan ini dikerjakan secara gotong royong oleh warga, khususnya masyarakat yang sehari-hari memanfaatkan sumber air Kucur Saman sebagai sumber utama air bersih. Tidak hanya sekadar memperkuat struktur jalan, talud yang dibangun juga dirancang dengan pendekatan estetika, yakni dibentuk sebagai taman, yang berfungsi ganda: menahan potensi longsor sekaligus memperindah lingkungan sekitar sumber air.
Pentingnya Talud Penahan Jalan di Area Rawan Longsor
Lokasi Sumber Air Kucur Saman berada di area dengan kemiringan tanah yang cukup curam. Tanpa perlindungan struktural yang memadai, akses jalan menuju sumber air rawan mengalami longsor, terutama saat musim hujan. Karena itu, pembangunan talud menjadi solusi tepat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelestarian akses air bersih.
Talud yang dibangun ini difungsikan sebagai dinding penahan tanah, namun dirancang sekaligus menjadi taman hijau sederhana. Dengan penanaman bunga, rumput hias, dan elemen taman lainnya, proyek ini juga menambah nilai estetika lingkungan sekitar sumber air, menjadikan Kucur Saman tidak hanya fungsional tetapi juga nyaman dan menarik untuk dikunjungi.
Kolaborasi Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat
Proyek ini mencerminkan semangat kolaboratif antara pemerintah desa dan masyarakat. Dana utama berasal dari alokasi Dana Desa tahun 2024, namun proses pembangunan tidak terlepas dari kontribusi masyarakat dalam bentuk tenaga, waktu, hingga bahan bangunan tambahan. Masyarakat setempat, sebagai pengguna langsung Kucur Saman, bergotong royong dalam setiap tahapan pekerjaan — mulai dari penggalian, penyusunan batu talud, hingga penataan taman.
Pemerintah desa turut berperan sebagai penyedia logistik utama proyek. Kepala Desa Ngaringan menyampaikan bahwa pendekatan partisipatif semacam ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menciptakan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan.
Manfaat Langsung dan Berkelanjutan
Selain mengamankan akses jalan, talud taman di sekitar Kucur Saman telah menjadi ruang terbuka kecil yang asri dan bersih, memberikan kenyamanan lebih bagi warga yang mengambil air atau sekadar beristirahat. Pembangunan ini juga memberikan dampak positif secara sosial, mendorong kesadaran akan pentingnya merawat lingkungan dan memelihara infrastruktur bersama.
Dengan pendekatan pembangunan yang mengutamakan fungsi, keselamatan, dan keindahan, proyek talud taman di Kucur Saman menjadi contoh ideal bagaimana Dana Desa dan swadaya masyarakat dapat bersinergi untuk menciptakan perubahan nyata. Pemerintah Desa Ngaringan berharap ke depan, pembangunan berbasis partisipatif seperti ini terus dikembangkan demi kemajuan dan kenyamanan seluruh warga desa.