Artikel

Pemerintah Desa Ngaringan Gelar Rembuk Stunting sebagai Dasar Penyusunan RKP Desa Tahun 2027

02 Juli 2026 08:59:45  Administrator  1 Kali Dibaca  PEMERINTAHAN

Ngaringan, 30 Juni 2026 – Pemerintah Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar menyelenggarakan Rembuk Stunting dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 pada Selasa (30/6/2026) bertempat di Balai Desa Ngaringan. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan RKP Desa Tahun 2027 sekaligus forum musyawarah untuk mengevaluasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, mengidentifikasi kondisi terkini di lapangan, serta menyusun usulan program prioritas yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan desa di bidang kesehatan.

Rembuk Stunting dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Desa Ngaringan dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi lintas sektor. Selain menjadi bagian dari tahapan penyusunan RKP Desa Tahun 2027, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan masukan berdasarkan kondisi riil masyarakat sehingga program yang akan direncanakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Ngaringan, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader Posyandu, Tim Penggerak PKK Desa, guru PAUD, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, perwakilan Puskesmas Gandusari, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta unsur kelembagaan desa lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Rembuk Stunting diawali dengan pembukaan oleh Ketua BPD Desa Ngaringan yang menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian penting dalam penyusunan RKP Desa Tahun 2027. Seluruh usulan yang dihasilkan diharapkan didasarkan pada hasil pendataan, kondisi nyata masyarakat, serta kebutuhan prioritas desa sehingga mampu mendukung penyusunan program pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

Selanjutnya Kepala Desa Ngaringan memberikan arahan kepada seluruh peserta agar aktif memberikan masukan berdasarkan hasil pendataan dan pengalaman di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan desa.

Pada sesi pemaparan materi, Kader Pembangunan Manusia (KPM) menyampaikan hasil pendataan mengenai sasaran keluarga berisiko stunting yang meliputi kondisi balita, ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin, sanitasi lingkungan, akses air bersih, serta pemanfaatan pelayanan Posyandu. Berdasarkan hasil pemutakhiran data hingga Juni 2026, tercatat 57 balita stunting di Desa Ngaringan yang memerlukan pendampingan dan intervensi secara terpadu.

Bidan Desa menjelaskan bahwa penanganan terhadap balita stunting harus dilakukan secara berkelanjutan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif, khususnya pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Upaya tersebut memerlukan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat agar setiap program yang dilaksanakan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi anak dan kesehatan ibu.

Dalam sesi diskusi, peserta musyawarah mengidentifikasi sejumlah faktor yang masih menjadi penyebab stunting di Desa Ngaringan. Beberapa di antaranya adalah pola asuh keluarga yang belum optimal, pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang masih perlu ditingkatkan, rendahnya konsumsi protein hewani pada sebagian keluarga, kondisi sanitasi lingkungan dan akses air bersih yang masih memerlukan peningkatan, belum optimalnya pemanfaatan layanan Posyandu, serta perlunya edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin.

Melalui pembahasan yang berlangsung secara partisipatif, seluruh peserta sepakat bahwa percepatan penurunan stunting harus dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa, Puskesmas Gandusari, TP PKK, Kader Posyandu, KPM, Tim Pendamping Keluarga, Pendamping Desa, serta seluruh elemen masyarakat.

Sebagai hasil musyawarah, forum menetapkan bahwa program percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan Desa Ngaringan Tahun 2027. Berbagai kegiatan prioritas yang disepakati untuk diusulkan dalam RKP Desa Tahun 2027 meliputi pemberian bantuan susu dan Vitamin Zink bagi balita stunting sesuai kemampuan keuangan desa, penguatan pelayanan Posyandu di seluruh dusun, pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi balita stunting, balita berisiko stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui, edukasi gizi seimbang bagi keluarga sasaran, peningkatan kapasitas Kader Posyandu, KPM, dan Tim Pendamping Keluarga, pencegahan anemia pada remaja putri, pendampingan calon pengantin sebagai upaya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan, peningkatan akses air bersih dan sanitasi lingkungan, kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan, serta monitoring dan evaluasi berkala terhadap perkembangan 57 balita stunting melalui kunjungan rumah oleh Bidan Desa, KPM, TPK, dan kader Posyandu.

Seluruh hasil pembahasan tersebut selanjutnya disepakati menjadi rekomendasi resmi dalam penyusunan RKP Desa Ngaringan Tahun 2027 dan akan menjadi dasar penyusunan program serta penganggaran pada APBDes Tahun Anggaran 2027 dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan desa.

Kepala Desa Ngaringan dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak.

"Rembuk Stunting ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Desa Ngaringan yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Seluruh usulan yang disepakati akan menjadi dasar penyusunan RKP Desa Tahun 2027 sehingga program yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan," ujar Kepala Desa Ngaringan.

Suasana musyawarah berlangsung tertib, aktif, dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan antusias serta memberikan berbagai masukan konstruktif berdasarkan pengalaman di lapangan. Dokumentasi kegiatan menunjukkan terjalinnya koordinasi yang baik antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Melalui Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Ngaringan berharap seluruh hasil kesepakatan dapat ditindaklanjuti secara konsisten melalui program pembangunan desa yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar, serta mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang unggul demi tercapainya masyarakat Desa Ngaringan yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

 Aparatur Desa

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jln. Hayamwuruk Nomor 57
Desa : Ngaringan
Kecamatan : Gandusari
Kabupaten : Blitar
Kodepos : 66187
Telepon :
Email : ngaringanpemdes@gmail.com